TERKAIT #fastfashion

Apa saja usaha yang kawan-kawan lakukan dalam membendung arus #fastfashion? Terutama soal #perbudakanmanusia dan dampaknya ke #lingkungan

#gayahidup #stopperbudakan #sustainableliving

Trims responnya! Saya lebih suka pakai yang sudah ada dan perbaiki sendiri atau ke tukang jahit kalau rusak/kekecilan. Kalau terpaksa beli, cari bekas di asosiasi/toko lokal, atau hasil #desentralisasiproduksi. Dekat rumah ada tukang jahit kreatif yang bisa modifikasi lungsuran jadi nyaman dipakai. Selain #ramahlingkungan, ini juga cara menghindari mendukung #perbudakanmodern di industri #fastfashion. Yang penting, pakaian itu kepakai, nyaman, & sesuai karakter kita!
@kelaskriminologi Berusaha menahan keinginan untuk beli pakaian setiap pergi ke mall dan lebih memilih untuk menggunakan kembali baju-baju Mama yang masih bagus. 😁
@kelaskriminologi saya pribadi lebih memilih melakukan thrifting dibandingkan membeli baju di mall yang merupakan industri fast fashion. akan tetapi, banyak perdebatan terkait thrifting karena adanya larangan impor barang bekas oleh pemerintah yang dilakukan karena kekhawatiran dapat mematikan industri tekstil dalam negeri dan dapat membawa penyakit.
@kelaskriminologi saya pribadi lebih banyak membeli baju dengan model yang timeless (timeless fashion) dan mayoritas diantaranya berwarna netral sehingga mudah untuk dipadukan dengan outfit lainnya. banyak pula baju saya ketika masih berumur belasan tahun yang masih awet dipakai hingga sekarang (pantangannya mungkin kalau udah kekecilan aja kak 😅)
@kelaskriminologi saya pribadi memilih untuk menggunakan baju yang sudah saya miliki dari lama dan masih bagus untuk digunakan, saya juga menggunakan baju-baju lama mama saya yang masih bagus dan muat untuk saya pakai. Selain itu, penting juga untuk selalu aware dan berhati-hati saat ingin membeli baju agar tidak membeli dari toko yang menerapkan fast fashion
@kelaskriminologi Biasanya saya menahan diri untuk membeli baju baru hanya untuk mengikuti trend. Namun, jika gejolak berbelanja saya tidak tertahankan saya akan melakukan thrifting dan memilih baju yang cenderung dapat digunakan dengan berbagai cara. Misalnya saat menggunakan kemeja, terkadang saya mengubah style cara memakainya mengikuti hacks yang ada di pinterest. Selain itu, saya juga menggunakan baju-baju "turunan" dari saudara ataupun ibu saya.
@ddalilahf setuju, kreatifitas memang diperlukan. Bukan pakaian yang tentukan kita, tapi kita yang tentukan sesuai karakter :)
@kelaskriminologi saya pribadi sangat tidak mendukung adanya industri fast fashion karena itu saya selalu menahan diri untuk membeli baju dan lebih memilih menggunakan pakaian lama yang saya punya dan masih banyak yang muat, apalagi ibu saya dan teman saya suka memberikan bajunya yang tidak terpakai, jadi saya bisa lebih hemat juga dan lebih ramah lingkungan :)
@aurasaskiaf hemat dan ramah lingkungan ya :)
@kelaskriminologi berhubung teman2 di sini banyak mention soal thrifting, saya mau memberi sedikit pandangan ttg ini: thrifting atau second-hand clothing punya kontribusi tg besar dgn fenomena waste trafficking. salah satu yg disebutkan adl negara2 berkembang kerap mengimpor second hand clothing yang rupanya adalah textile waste dr negara2 dunia pertama yg berkualitas rendah & tidak layak pakai
-CONTINUE-

@kelaskriminologi ini penting karna dampak environmental dan ekonominya juga ngga kalah hebat. selain itu, adanya "waste smuggling" jg mengindikasikan adanya jaringan organized crime berbentuk penyelundupan di mana terdapat tenaga kerja yang kemungkinan besar eksploitatif

rujukan: https://www.unodc.org/unodc/frontpage/2024/March/explainer_-what-is-waste-trafficking.html

Explainer: What is Waste Trafficking?

Explainer: What is Waste Trafficking?

United Nations : Office on Drugs and Crime
@renytha Setuju! Kita juga perlu perhatikan soal dampak dari #thrifting, seperti impor pakaian bekas yang justru jadi beban lingkungan. Kita bisa pertimbangkan dukung #produklokal guna #kurangilimbah dan dukung #ekonomikreatif, tentunya yang beretika. Jangan lupa, meski industri fesyen lokal mulai terlihat gemerlap, ada juga pengusaha lokal yang masih menerapkan #eksploitasiburuh
@kelaskriminologi saya selalu menahan diri untuk berbelanja pakaian baru. Namun, jika memang diharuskan untuk membeli baju karena suatu kebutuhan, saya biasanya memilih baju yang timeless dan untuk celana biasanya saya memakai lungsuran dari papa saya
@Sora_Amanda hemat dan ramah lingkungan ya :)
@kelaskriminologi kalau saya pribadi akan menahan ego dan menjadi konsumen yg bijak ketika membeli pakaian karena perilaku konsumtif dan antroposentrisme menjadi permasalahan ketika berbica fast fashion. Jika memang membutuhkan pakaian baru, saya akan melakukan thrifting sebagai langkah untuk mewujudkan 'slow fashion'
@gilbertwilliam Dengan memilih #slowfashion kita bukan hanya mengurangi #konsumsiberlebihan, tapi juga mendukung proses produksi yang lebih etis, #ramahlingkungan serta mengurangi limbah.
@kelaskriminologi Mengurangi pembelian pakaian bila tidak perlu, lebih sering menggunakan pakaian bekas dari keluarga, serta lebih sering melakukan thrifting ketimbang membeli pakaian di mal. Saya percaya bagaimanapun bajunya, akan nampak baik bila saya bisa memadu-padankan pakaian saya:)
@kelaskriminologi Meskipun demikian, saya juga tetap berhati-hati dan waspada dengan baju yang saya beli melalui thrifting agar tetap terhindar dari penyakit, termasuk dengan menerapkan "rebus pakaian sebelum pakai". Selain itu, saya lebih senang membeli pakaian hasil lokal yang kualitasnya sudah tidak kalah baik, seperti jualan tetangga saya yang penjahit, atau produk lokal lainnya (tas, kebaya, dan sebagainya).

@michellexu Ya, beli produk lokal juga bisa jadi pilihan cerdas yang mendukung ekonomi sekitar dan kualitasnya nggak kalah bagus.

#DukungLokal