41 Followers
123 Following
608 Posts

#Anarchy #AntiCiv #AntiLeft #AntiWork #Attack #EcoExtremism #Egoism #Illegalism #Individualism #Insurrection #Nihilism #Sabotage — and by the way: fvck identity politics! and fvck political correctness! fvck leftism and fvck marxism!

only because of missing @ alternatives of the respective topic i also sometimes share red and leftist links - yes, shit, i know, sorry

https://taz.de/Wolf-riss-Pferd-von-Ursula-von-der-Leyen/!5898585/

#Wolf tötet ein Pony der EU-Kommissionspräsidentin und soll nun hingerichtet werden

FVCK !

Wolf riss Pferd von Ursula von der Leyen: Ponykiller zum Abschuss freigegeben

Die Region Hannover will einen prominenten Wolf abschießen lassen: Der Rüde hatte ein Pony der EU-Kommissionspräsidentin getötet.

TAZ Verlags- und Vertriebs GmbH

hello @admin

pls tell me: why cloudflare ?

thank you

your

rat

https://en.wikipedia.org/wiki/Cloudflare

Cloudflare - Wikipedia

https://sea.theanarchistlibrary.org/library/anonim-mauvais-sang-kehendak-ketakberkuasaan-id

Negara, bersama tentaranya, pengadilannya, polisinya dan aparat pengawasannya, memiliki kepentingan untuk membuat semua orang percaya (bahkan sampai pada kepercayaan yang sangat irasional) bahwa negara itu mahakuasa, bahkan mahatahu, terutama berkat teknologi baru berupa pengawasan-video (kamera, analisis DNA, detektor gerakan, lokalisasi telepon, dll). Pun tampaknya negara semakin berada dalam krisis, semakin banyak fondasi dan legitimasinya yang diperebutkan, para pembelanya semakin retorik untuk menjadi salah satu yang berkuasa, dan berakibat pada upaya untuk menakut-nakuti semua orang yang ingin mengkontesnya.

Semakin negara itu rapuh, semakin ia menyebut dirinya kuat; dengan itulah ia mampu menghancurkan musuh-musuhnya. Sehubungan dengan ini, kita bisa mengingat apa yang terjadi dalam konteks represi Rompi Kuning, ketika pemerintah dan prefektur memberikan pengumuman tentang risiko terluka dalam aksi-aksi protes, dan Negara menggunakan efek ketakutan ini untuk membuat semua orang bersembunyi di pojokan, menciut dan lumpuh. Kita yakin bahwa negara akan terus memegang teguh sudut pandangnya sebagai penguasa mutlak, sampai ia mati di bawah pemberontakan kita. Negara akan teramat senang menjadi tuhan yang abadi.

Namun bagi kita yang tahu bahwa Negara itu tidaklah abadi, tak pasti, dan bersifat historis, berupaya untuk menyapu habis negara dari masa kini dan masa depan; mengapa kita tidak mendedikasikan lebih banyak energi untuk memikirkan retakannya, kelemahannya, dan memberikan pukulan yang tak akan bisa ia pulihkan? Mengapa kita tidak melihat dalam pelanggaran untuk menghancurkannya sebagai hak yang diberikannya kepada kita? Paradoksnya bagi kita akhir-akhir ini adalah, bahkan dalam wacana-wacana militan sekalipun, secara tidak sadar telah berubah menjadi “estafet” ketakutan akan negara.

Dengan artikel ini, kami berusaha memahami bagaimana bentuk-bentuk ketidakpercayaan dan penolakan dominasi negara dapat, pada akhirnya, menyebarkan beberapa ketidakberdayaan kolektif dalam perjuangan, dengan mengusapnya ke dalam logika ketakutan akan negara.

Hipotesis yang diajukan di sini adalah bahwa difusi ketakutan di kubu sebelah kiri ini berasal dari kecenderungan menggunakan kemarahan, keterkejutan, dan ketakutan untuk "membuat skandal", dengan berpikir bahwa hal itu akan menyadarkan teror yang dipaksakan oleh negara dan akan memobilisasi semua orang. Ketika selama aksi-aksi protes, orang-orang datang untuk merekam semua kekerasan polisi dan menyebarkannya di media sosial, mereka mungkin tidak bertanya-tanya sama sekali apakah hal ini akan berpartisipasi dalam membantu pekerjaan dan fungsi polisi (sangat menakutkan, ketika tayangan itu di-zoom, di-cut, kemudian dianalisis) … justru sebaliknya, apa yang dihasilkan dari tindakan ini adalah wacana yang berbicara tentang kesaksian, pengaduan terhadap kekerasan, jurnalisme dan kebebasan informasi!

Kita dapat menyesali bahwa selama aksi, apa yang menjadi gambaran-gambaran ini sangat jarang dipertanyakan; dan (bahkan hampir secara sistematis) apa yang mereka lakukan justru memberikan pasokan arsip badan intelijen dan arsip kasus dakwaan terhadap pengunjuk rasa di pengadilan. Jadi, hal ini sebenarnya menekankan pada brutalitas polisi, berteriak, meratap … Tapi ke mana hal itu dapat membawa kita? Untuk memberontak? Tampaknya bukan begitu. Lihat, berapa banyak orang yang takut untuk pergi ke aksi-aksi protes, bahkan tanpa pernah mencobanya sekali? Kekuatan kolektif apa yang dapat ditemukan dalam perspektif seperti itu?

Hal ini hanya akan mencegah penyebaran alasan subversif, kritik sosial yang nyata dan praksis revolusioner. Logika pasar tentu saja tertarik untuk secara terus-menerus berendam dengan peristiwa dan fakta sosial yang sensasional dan penderitaan korban, mengingat peran korban adalah berbicara sampai akhir zaman ke mahkamah sejarah yang sia-sia: korban berbicara, memproduksi wacana, direkuperasi tanpa henti, dan dapat direkuperasi; tak ada habisnya, mengingat penderitaan tidak dapat dibeli kembali.

Media haus akan halaman pertama yang emosional, para korban cinta. Tetapi revolusi tidak mengenal korban maupun pahlawan, ia hanya mengenal kaum revolusioner yang berjuang dan diperangi. Jangan mengkhianati ingatan mereka untuk merekuperasinya. Revolusi adalah ilegal dan kaum revolusioner adalah pendosa? Baiklah, dalam hal itulah kita akan membela mereka. Kami berpikir bahwa logika pemberontakan sudah sepatutnya pecah dengan posisi korban dan martir.

Seperti biasa, dan pada setiap bentuk perjuangan, resistensi muncul untuk melawan kontrol, pengawasan, dan eksploitasi; kaum kiri lebih suka berfantasi tentang kontrol total, dengan satu-satunya tujuan untuk memikat. Fantasi negara total ini adalah fantasi negara total yang faktual. Realitas jauh lebih kompleks, penuh dengan pelanggaran, krisis dan kekasaran. Sejalan dengan visi setengah-takut dan setengah-terpesona dari semacam negara mahakuasa ini, hanya dapat meradikalisasi dalam dua cara yang sepenuhnya kontra-revolusioner: ia menjadi pragmatis untuk membangun kekuatan tandingan yang tidak lebih dari oposisi statis terhadap pemerintahan saat ini (oh, ini yang kiri!); atau semuanya secara patologis muncul sebagai konspirasi absolut, membiarkan semua orang hanya memilih untuk menjadi penafsir dari sakralisasi negara yang tidak wajar dan terjadi di mana-mana di dunia pada era kita saat ini (sial, Lundi Matin dan L'Appel sudah mengusik kita?).

Untuk memastikan bahwa negara hanyalah alat dominasi masa lalu, maka hiduplah revolusi!

Kehendak Ketakberkuasaan | Southeast Asian Anarchist Library

Anonim, Mauvais Sang Kehendak Ketakberkuasaan 2022 diterjemahkan dari The Will to Powerlessness oleh Alvin Born to Burn. Tata Letak dan Sampul oleh M. Iqbal...

https://actforfree.noblogs.org/post/2022/11/08/lutzerath-germany-incendiary-sabotage-of-coal-mine-pumps/

Lützerath : incendiary sabotage of coal mine pumps

Fire to the coal infrastructure – reduce RWE to ashes
Translated from German via de.indymedia, 22 October 2022

On the night of October 18-19, we, several small groups from Lützerath, set fire to three pumps of the Garzweiler 2 open pit mine in the vicinity of the village.

The pumps are part of the infrastructure of the open-pit mine for which the village of Lützerath has to be destroyed. In the last two years, Lützerath has become a central place of resistance in Germany against the destruction and exploitation of nature and our ways of living. The attempt to evict the village is imminent. But Lützerath is not the only village threatened by open-cast mining.

On Monday, October 17, RWE [the operator of the giant brown coal mine] began to uproot the trees and demolish the houses in Immerath. Immerath is within sight, only a few minutes from Lützerath. All the inhabitants of the village have been evicted by RWE and large parts of it have already been destroyed.

With our action we respond to the unscrupulous activities of RWE. We are a sign of protest and disobedience against the capitalist relations of domination. We do not allow ourselves to be lulled by the false promises of politicians and parties.

According to the motto “deeds rather than words”, we must take the protection of the environment and the climate into our own hands. That is why it is necessary to sabotage the fossil infrastructure and make it harmless.

We call to do the same and to actively strike against the state and capital. Interfere with the status quo, disrupt the smooth running of operations. Be disobedient, be grains of sand in the gears!

We are aware that this form of action can lead to severe repression. But we accept this risk, because we have not lost hope and we will defend life.

Let’s attack the climate change profiteers directly!
Those who sow the wind reaps the storm.

And so you don’t have to start from scratch, here are instructions on how to set fire to the pumps 😉

Pump Background: continue here https: //actforfree. noblogs. org/post/2022/11/08/lutzerath-germany-incendiary-sabotage-of-coal-mine-pumps/

Lützerath (Germany): incendiary sabotage of coal mine pumps | Act for freedom now!

https://anarchistnews.org/content/neta-gelb-1998-2022

Neta, nee Sabina Gelb

June 27th, 1998 - October 17th, 2022

On October 17, 2022 we lost our beautiful talented child, Neta, nee Sabina, Gelb. They were 24 years old, a musician, artist and writer who was deeply loved by their friends, their soulmate Nukté, parents Angela and Gary, Grandmother Helen and extended family.

Neta identified as non-binary trans and this was a huge part of their identity. Neta lived life on their own terms. They travelled all over the United States and experienced a rich adulthood filled with music, friends and finding their own identity. Neta had as we all do, times of sorrow, times of peace and times of joy. This year they adopted an abused dog, named her Aileen and loved and cared for her so much that Aileen became peaceful and confident.

Recently, Neta began studying Judaism and adopted the name Neta, which means “seedling” in Hebrew. They were deeply interested in gender identity and the Anarchist movement and not afraid of exploring new ideas and challenging the usual order of life. Nukté, described Neta as someone who loved people “so hard”, and is grateful to Neta's family for raising a person who could love so deeply and loyally. Neta will be missed so very much.

In lieu of flowers, etc. please make a donation to any of these charities:

1) Inspire Recovery LGBTQ+ Drug & Alcohol Treatment - https://transpirehelp.org/in-memory-of-neta-nee-sabina-gelb/

2) Shel Maala - Queer, Digital Talmud Study - https://www.shelmaala.com/

3) The Ali Forney Center who supports homeless Trans youth, providing health services and shelter - https://www.aliforneycenter.org/donate

For more memories of Neta, visit:
https://www.mykeeper.com/profile/NetaNeeSabinaGelb/

https://mvlouisemichel.org/

This is the M.V. Louise Michel

An independent high speed lifeboat that patrols the Mediterranean

The Louise Michel is a former French Navy boat we’ve customised to perform search and rescue. She is as agile as she is pink. Measuring 30 meters in length and capable of over 28 knots, she was bought with proceeds from the sale of Banksy artwork - who then decorated her with a fire extinguisher. She is captained and crewed by a team of rescue professionals drawn from ...

M.V. Louise Michel

The M.V. Louise Michel is an independent high speed lifeboat that patrols the Mediterranean

M.V. Louise Michel

The M.V. Louise Michel is an independent high speed lifeboat that patrols the Mediterranean