
I am Indonesian people 🇮🇩
| Blog | https://junirachmatp.blogspot.com :officialverified: |

Tulisannya cukup ringan, tapi mungkin bisa bikin kamu mikir:
"Sebenernya gue lagi pengen sembuh... atau pengen dikasih perhatian?"
Kalau kamu pernah ngerasa capek karena ‘lukamu nggak cukup valid’
Atau bingung bedanya antara jujur soal luka dan overexpose
Artikel ini mungkin bisa jadi cermin kecil.
Baca pelan-pelan ya, nggak perlu defensif.
Kadang kita butuh ruang buat jujur ke diri sendiri, bukan ke dunia.
Cek artikelnya di sini: https://junirachmatp.blogspot.com/2025/05/trust-issue-atau-caper-berkedok-luka.html
Ada yang bilang dia susah percaya orang.
Tapi tiap hari upload luka di story.
Sekilas kayak self-healing...
Tapi beneran mau sembuh, atau pengin diperhatiin?
Ini bukan buat nge-judge siapa pun.
Kadang kita juga pernah ada di fase itu—lukanya bising, pengennya dimengerti.
Tapi pelan-pelan, yuk refleksi.
Gue nulis satu artikel pendek soal ini.
Tentang trust issue, pencitraan luka, dan kenapa kadang kita ngeluh bukan buat sembuh, tapi buat disorot.
Contoh Divergent Thinker Terkenal:
Albert Einstein: Teori relativitasnya.
Steve Jobs: Pendekatan revolusioner di teknologi.
Elon Musk: Visi teknologi masa depan.
Leonardo da Vinci: Gabungan seni dan sains.
J.K. Rowling: Dunia fiksi Harry Potter.
Apa itu Divergent Thinker?
Divergent thinker adalah orang yang bisa melihat berbagai solusi dari satu masalah. Mereka nggak terpaku pada jawaban standar, lebih suka cari cara baru yang mungkin nggak terpikirkan orang lain.