1 Followers
10 Following
30 Posts
musician | writer
@endah dalam hal ini, termasuk to let them be.. bisa aja kita yang ternyata egois/egosentris karena let them be, padahal sebetulnya kita bisa melakukan sesuatu terkait itu, yang (again) menurut kita atau menurut sejumlah orang, akan lebih baik if we do sumthin' bout it. or not. we never know. tapi mungkin apa yang tidak kita setujui memang sesuatu yang bukan untuk kita, dimana kadang hal tersebut juga membuat kita menjadi egosentris karena memilih untuk acuh terhadap hal tersebut. we never know.

@endah sementara, ke-egosentris-an mereka sangatlah membantu (untuk/dalam memperjuangkan) sejumlah orang, bahkan kadang dalam skala yang besar.

mungkin yang ada bukanlah sifat egosentris dari seseorang, melainkan sekedar 'apa (perkataan) yang untukmu' dan 'apa (perkataan) yang bukan untukmu'.

@endah di sisi lain, jika tidak ada sosok egosentris yang mendoktrin paham/opininya terhadap jutaan umat manusia seperti Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW, Hitler, MLK, John Lennon, Bob Marley, Bob Dylan, dan yang lainnya, kita (mungkin) masih akan bingung terhadap suatu prinsip atau bahkan kepercayaan.
@endah jadi intinya yang bikin capek itu adalah bersosialisasi dan bagaimana kita harus menempatkan sudut pandang terhadap sekitar, entah itu baik/buruk, benar/salah, egois/bijaksana, dan tetek-bengek lainnya. dan sayangnya kita adalah makhluk sosial yang sangat butuh akan hal2 tersebut dan kerap terperangkap oleh stigma buruk di dalamnya, termasuk (menjadi) egosentris, baik atas orang lain maupun atas diri sendiri.
@endah kadang kebutuhan kita untuk didengar, dimengerti, dipahami, atau sekedar diperhatikan, membuat berbagai hal terkait subjek tersebut dan/atau terkait 'kita' menjadi sangat egosentris. vice versa. apa lagi terkait hal2 tentang memenuhi kewajiban/tanggung jawab kayak robin hood dan cerita di 'A Place Beyond the Pines'.
@endah terkadang perampok yang begitu egois menjarah hak atau kepemilikan orang lain terkesan sangat jahat dan egois, meskipun alasan dibalik itu sangat mulia, yaitu untuk menghidupi keluarganya, atau bahkan lingkungan sekitarnya. in this case, kayak robin hood atau cerita di 'A Place Beyond the Pines'. kadang ternyata yang sangat egosentris adalah kita sendiri, yang mana menurut kita itu sebenarnya bijaksana atau sudut pandang, opini dan/atau argumentasi kita yang paling baik/benar.
@endah if you think about it, aren't we all egocentric? at least for a moment. ketika kita "mengalah" untuk jalan tengah dan meng-iya-kan opini/argumen/masukan dari orang lain, mereka (terkesan) egosentris karena satu dan lain hal, atau setidaknya, kita (kadang) merasa seperti itu. vice versa. pada akhirnya, egois/tidak egois, baik/tidak baik, bahkan salah/benar, it's just a matter of point of view. tidak ada garis/paham absolut terkait hal tersebut, termasuk dalam kepercayaan.
@endah selamat ulang taun mas rhesa!
@endah you rock!!
@endah horeeeee!!