[Personal Hot Take] Gen Z indo kadang nggak ada bedanya sama Boomernya sendiri - Lemmy.World
Hot Takes! Reader Discretion is Advised Gw sebenernya males bahas hal ini karena
sebelumnya pernah di cancel perkara hal ini juga. Yaitu realita bahwa kadang “we
became what we’re against for” juga berlaku terhadap hubungan Gen Z dan Boomer
kita saat ini. - Bila Boomer punya oknum Habaib dan ajaran sesatnya, kita punya
User Brainrot populer dan logika berbasis Aura Farming, Male Hierarchy, ataupun
Mewing - Bila Boomer memiliki elit-elit Oligarki korup, kita punya Internet
Community khusus yang sama zalimnya (mencari masalah, menjilat degenerasi, edgy
tanpa etika, doxxing, hingga perang kirim virus/Malware). - Bila Boomer bisa
menjadi malas dalam menanggapi isu lingkungan dan sosial serius (entah karena
anggaran, efisiensi, kecemburuan politik, dll.), kita punya individu yang
meromantisasi perilaku introvert, mager, dan kebutuhan pribadi (pake embel-embel
locked in ala Sigma) diatas isu apapun (bahkan lingkungan sekitar mereka
sendiri, gegara kebelet jaid lone wolf) - Bila Boomer bisa saja
mendewakan/mengataskan suatu partai atau pejabat tertentu (pakai embel-embel
agama sekalipun), kita tak jarang meromantisasi orang-orang bermasalah, ataupun
sekedar Anti-Sosial, baik nyata maupun fiksi (Ken, Ted Kaczynski, Mao Zedong,
Joker, dll.), bahkan bila tindakan salah sekalipun bisa dibenarkan (kembali ke
point sebelumnya soal pola pikir Sigma) - Kita mungkin menyalahkan penggunaan AI
dan censorship oleh kalangan Boomer karena mengekang kebebasan berkreasi dan
berpendapat, namun tak jarang Brainrot kita sendiri (Tung Tung Sahur, AI Kucing,
Italian Brainrot, Jokes Women☕, Jomoks, dan sejenisnya) juga melakukan hal yang
sama (bahkan terkesan hampir seperti Newspeak khusus untuk Internet) Khusus
untuk sesama kita sendiri (antar Gen Z ) Kita sering ngatain Kpopers, Wibu, Fans
Taylor Swift, dan sejenisnya Cringe, Aneh (Freak) dan “berlebihan”. Padahal
disaat yang sama, terdapat pula Gen Z yang membela-bela budaya Merokok, Sounds
Horeg, Claim palsu terkait budaya atau musik tertentu (mengutip isu Phonk dan
Brazilian Funk dari luar), Powerscaling (khusus buat fanatik anime atau karakter
fiksi tertentu), hingga “Slandering” karakter/individu tertentu yang dianggap
Inferior (Beta, Woke, N-Word) karena terkesan “berbeda daripada yang lain”
(Anti-mainstream sejati, bukan Anti-mainstream dengan Brainrot yang udah
tergolong sudha Mainstream sekarang ini) Itu aja sih opini gw terkait relasi Gen
Z-Boomer Indo sekarang ini. Jika ada yang ingin menambah atau menyanggah,
dipersilahkan untuk berkomentar agar saya bisa lebih paham soal pendapat terkait
Generasi muda ini🙏