Setetes Darah dari Tumit Bayi: Mengapa Skrining Hipotiroid Kongenital Tidak Boleh Dilewatkan
Hipotiroid kongenital (HK) adalah kondisi di mana kelenjar tiroid bayi tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup, berpotensi merusak perkembangan kognitif dan motorik jika tidak dideteksi dini. Skrining HK di Indonesia dilakukan melalui tes darah yang diambil dari tumit bayi dalam 48-72 jam setelah lahir. Keterlambatan diagnosis sering terjadi, menyebabkannya baru terdeteksi setelah berumur satu tahun. Meski pengobatan dengan levothyroxine sederhana dan efektif, cakupan skrining masih rendah, di bawah 2%. Edukasi kepada orang tua dan tenaga medis sangat penting untuk meningkatkan partisipasi dalam skrining, menjamin semua bayi mendapat perawatan yang tepat untuk mencegah dampak jangka panjang.