Pada Selasa (09/09) jam 12:00 WIB, Aliansi Ekonomi Indonesia menggelar konpers terkait Tujuh Desakan Darurat Ekonomi. Berikut tiga poin utamanya: 1) Pemerintah jangan hanya memperhatikan pertumbuhan saja tanpa melihat indikator-indikator ekonomi lainnya yang sama-sama penting. Pertumbuhan hanya
satu dari berbagai macam indikator kondisi perekonomian. Pemerintah perlu memperhatikan apa arti dari indikator tersebut. Bagaimana indikator tersebut dapat berpengaruh kepada pengurangan kemiskinan, penciptaan kualitas manusia Indonesia yang baik, dan penciptaan lapangan kerja yang berguna bagi
seluruh masyarakat Indonesia. 2) Meminta indepensi dari institusi-institusi yang terlibat. Rakyat bukanlah sekedar data pemilu saja tetapi juga bagian dari sebuah bangsa. Keberhasilan pembangunan sebuah bangsa terlihat dari kesejahteraan rakyat tersebut. 3) Kepada Presiden @Prabowo dan seluruh
jajaran Pemerintah, jajaran parpol, jajaran institusi hukum, TNI/Polri, serta semua yang terkait untuk dengarkan, menerima tuntutan mereka dengan hormat, dan laksanakan tuntutan mereka. Para ekonom, pemerhati ekonomi, dan para pengajar ekonomi yang tergabung dalam Aliansi Ekonomi Indonesia telah
menghimpun suara melalui diskusi-diskusi dari akar rumput di seluruh pelosok Indonesia dan diaspora Indonesia. Para jajaran elit di pemerintahan dan di parpol inilah yang memiliki kewenangan untuk bisa mengubah Indonesia, di mana Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Apakah para pemangku
kepentingan ini dapat mengantarkan ke Indonesia Emas 2045 atau malah mereka mengubah jalannya karena menindas para pemberi pendapat sehingga Indonesia menjadi negara terbelakang? Keputusan ada di tangan para elit di pemerintahan ini dan masyarakat yang akan menentukan serta dunia internasional
mengawasinya. #ResetIndonesia Link full konpers: Link Tujuh Desakan Darurat Ekonomi dari Aliansi Ekonom Indonesia: