Gini-gini, sebenarnya gua pribadi takut. Cuma secara logikanya, kalau memang mereka gunain plain-text, kenapa gak ada yang komen? Pasti ada satu atau dua orang yang jago ngoding gunakan platformnya, ya gak sih?
Lalu, kenapa sejauh ini yang komplain satu orang? Oke, yang namanya meretas kita gak tahu. Ingat kejadian soal Tokopedia yang sempat kemalingan data-data yang diperjual belikan? Apakah mereka storing the password on the plaintext? Kayaknya engga?
